Thursday, October 13, 2016

METODE PENELITIAN BAB I,II,III

BAB I
PENDAHULUAN
            Tugas dosen adalah membantu dan memudahkan mahasiswa untuk belajar tetapi tidak segampang apa yang kita fikirkan, dosen harus tetap belajar dan mengerjakan tugas yang menuntut dosen agar mengikuti hal hal yang inovatif.
            Penelitian dan mengembangkan karya ilmiah harus diperhatikan karena hal ini menjadi sarana untuk pengembangan diri secara terus-menerus. Hasil penelitian dan pemikiran konseptual yang dituangkan dalam bentuk referensi yang dapat membantu mahasiswa.

BAB II
PENGETAHUAN
DAN PENDEKATAN ILMIAH
A.    DEFINISI ILMU PENGETAHUAN
Pengetahuan difefinisikan sebagai segala sesuatu yang di ketahui atau segala sesuatu yang berkenaan dengan hal yang di kethui seseorang  dan orang dapat memahami apa yang dia peroleh dan ia dapat mengaplikasiakn nya dengan teman nya tentang pengetahuan tersebut. Pengetahuan dapat berupa fakta misalnya pada saat tertentu kita mengatahui hal yang baru atau yang baru kita ketahui.secara singkay ilmu atau pengetaun didefinisiakan sebagai khasanah pengetahuan yang dilandasi dengan metode pengetahuan tertentu. Ilmu pengetahun merupakan suatu usaha manusia secara terus menerus dan mendalam dengan menggunakanmetode berfikir tertentu.
Tugas atau fungsi ilmu itu menurut braithwaite yaitu untuk menetapkan hukum hukum umum yang mencakup prilaku objek atau peristiwa emprisi yang berkenan dengan masalah keilmuan dan dengan demikian memungkinkan kita untuk menghubunkan pengetahuan kita drai peristiwa peristiwa yang berpisah dan untuk membuat ramalan yang tepat dari peristiwa peristiwa yangbelum kita ketahui.

B.     METODE PENGETAHUAN
Metode pengetahuan ilmiah merupakan salah satu cara yang sangat populer dan komprehensif bagaimana para ilmuwan memperoleh dan menguji prinsip prinsif hukum hukum dan generalisai. Salah satu tokoh yang sangat terkenal dengan metode ilmiah nya adalah jhon deway yang telah mengidentifikasikan langkah langkah proses ilmiah. Menurut dewey ada empat langkah pokok proses ilmiah yang meliputi
1.      Identifikasi suatu masalah
2.      Perumusan hipotensis
3.      Penalaran dan  deduksi
4.      Verifikasi, modifikasi.

C.     SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN

1.      PENGALAMAN
Pengalaman pribadi seseorang sangat beragam dan berbeda beda kadang kala dengan berbekal pengalaman pribadi ini atau pengalaman yang di peroleh melalui interaksi dengan orang lain. Seseorang memperoleh manfaat darinya
Dengan pendek kata pengalaman pribadi seseorang berbeda terhadap hal atau objek yang sama, itulah kelemahan keberanan yang bersumber dari pengalaman pribadi. Keterbatan pemolehan pengetahuan atau pengalaman misalanya ada pengalaman pengalaman yang dapat di pelajari atau diketahuai oleh orang lain. Seseorang yang di ajarkan mengerjakan soal-soal berhitung atau aritmatika mungkin hanya terbatas pada kemampuan menjumlah atau mengurangi tetapi tidak akan mampu melakukan pekerjaan perkalian atau pembagian.
2.      KEWENANGAN ATAU OTORITAS
Disamping itu kita juga memperoleh pengetahuan dari seseorang yang memiliki kewarganegaraan yaiutu memiliki kemampuan atau kapabilitas tertentu dalam hal tertantu. Wewenangan atau otoritas dimiliki oleh seseorang yang sudah memiliki keahlian dalam bidang tertentu.
3.      BERFIKIR DEDUKTIF
Berfikir deduktif disebut juga penalaran deduktif merupakan proses berfikir yang didasarkan pada pernyataan yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusu dengan menggunakan logika tertntu. Dasar-dasr berfikir yang dipakai oleh pendekatan ini dilakukan melalui serangkaian pernyataan atau silogisme yang betolak dari tiga hal yaitu:
a.       Dasar pemikiran utama
b.      Dasar pemikiran kedua
c.       Kesimpulan

4.      BERFIKIR INDUKTIF
Penalaran induktif mendasarkan pada pengamatan atau fakta di lapangan. Cara berfikir induktif berbdea dengan cara berfikir deduktif yang mendasarkan pada dsar pikiran harus diketahui terlebih dahulu sebelum sampai pada kesimpulan yang benear. Dalam cara berfikir induktif kesimpulan akan tercapai dengan mengamati contoh fakta gejala gejal atau objeknya.
5.      BERFIKIR ILMIAH
Proses berfikir ilmiah adalah proses melakukan penalaran terhadap satu hal sesuai dengan prosedur ilmiah. Seuatu disebut ilmiah apabila bisa di tangkap dengan risio apabila cara pemikirannya dilandasi oleh prosedur ilmiah atau sesuatu dinkatakan raisonal apabila dapat di terima oleh akal.

D.    PENDEKATAN ILMIAH DALAM PROSES PENELITIAN
Jika pendekatan ilmiah itu kita tersapkan untuk menyelidili masalah pendidikan, naka hasilnya adalah penelitian pendidikan proses ilmiah dilakukan dengan mengikuti langkah langkah tertentu, mulai dari menentukan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisa, dan akhirnya mengambil kesimpulan.
E.     KARATERISTIK PROSES PENELITIAN

1.      SITEMATIS
Sitematis artiya mengikuti suatu pola urutan tetap dari komponen sistem tersebut
2.      LOGIS
Melalui pengujian secara logis tentang prosedur yang di terapkan dalam suatu eksperimen, berkaitan dengan persyaratan persyaratan secara internal, peneliti dapan mengecek faliditas kesimpulan yang digambarkan atau di uraikan.
3.      EMPIRIS
Bersifat abstrak artinya tanpa didukung oleh hasil penelitian lebih dahulu, seseorang sudah memberi suatu kesimpulan.
4.      REDUKSI
Proses reduksi di maksudkan untuk memahami hubugan antara peristiwa atau kejadian, dan meramalkan bagaimana hubungan itu mungkin di terapkan dalam konteks yang lain. Proses reduksi seperti ini memungkinkan penelitian untuk menjelaskan bukan sekedar menggambarkan.
5.      REPLIKASI
Penelitian pada dasarnya bukan sekedar penghasil pemecah masalah semntara melainkan hasil penelitian dapat di pakai untuk memberikan  pemecahan yang lebih aplikatif.

F.      PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN DALAM PROSES PENELITIAN 
1.      Hak privasi atau non partisipasi
2.      Hak tidak disebut nama
3.      Kerahasiaan
4.      Meminta petanggungjawaban peneliti

G.    LANGKAH LANGKAH PROSES PENELITIAN
1.      Identifikasi dan menetukan masalah
2.      Kajian pustakan atau literatur
3.      Menyusun atau merumuskan hipotensi
4.      Identifikasi, klasifikasi, dan definisi operasional variabel
5.      Rencana penelitian
6.      Penentuan populasi dan sampel
7.      Pemilihan dan pengembangan instrumen
8.      Pengumpulan data
9.      Pengolahan dan anlisis data
10.  Interpretansi dan diskusi hasil penelitian
11.  Penyusunan laporan penelitian

BAB III
HAKIKAT PENELITIAN PENDIDIKAN
            Penelitian atau riset adalah suatu upaya secara sistematis untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan atau fenomena yang kita hadapi.
A.    BATASAN PENELITIAN
Guru dituntut harus memahami dan mampu menerapkan prinsip-prinsip penelitian pendidikan, sehingga mereka akan lebih efektif dalam menunaikan tugasnya. Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pemnelajaran. Penelitian ilmiah adalah suatu usaha penyelidikan yang sistematis dan cermat tentang sesuatu pokok persoalan atau subjek tertentu untuk menemukan atau memperbaiki fakta, teori, atau aplikasi. Tipe-tipe penelitian : (1) penelitian dasar, (2) penelitian terapan, (3) penelitian tindakan, (4) penelitian evaluasi sumatif, (5) penelitian evaluasi formatif.
B.     PENELITIAN ILMIAH
Penelitian umumnya selalu melibatkan proses berfikir ilmiah. Usaha atau kegiatan yang melibatkan tahap atau proses berfikir ini menjadi penciri kegiatan penelitian atau penelitian ilmiah ini.
Penelitian ilmiah bukan suata kegiatan atau aktivitas yang hanya mempersoalkan kepastian, tetapi juga termasuk mencari bebagai macam altefrnatif jawaban suatu masalah dalam lingkup sosial.
Penelitian itu dilandasi teori dan hipotesis yang menyatakan hubungan antarfenomena. Teori sering dijadikan pijakan bagi peneliti, hasil penelitian dapat dipakai untuk memferivikasiteori dan mengembangkan teori dan bahkan hasil penelitian dapat menggugurkan teoriyang ada berdasarkan fakta empiris baru. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan teori?
Teori adalah serangkaian konstruks (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan suatu pandangan terhada fenomena secara sistematik melalui penentuan hubungan antar variable, dengan tujuan menjelaskan dan mempredikasi fenomena.
Tujuan penelitian adalah ingin menemukan prinsip-prinsip umum, atau menafsirkan tingkah laku yang dapat digunakan untu menerangkan dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkup pendidikan.

C.PERANAN PENELITIAN PENDIDIKAN
Penelitian pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan pedidikan.
 Apa sebenarya penelitian pendidikan itu?
 Apa tujuan penelitian pendidikan itu?
 Dan apa saja peranan penelitian pendidikan itu?
Penelitian pendidikan adalah suatu usaha untuk memberikan jawaban tentang permasalahan-permasalahan dalam pendidikan.
Tujuan penelitian pendidikan secara khusus antara lain; (1) menemukan prinsip-prinsip umum (2) menafsirkan perilaku atau tingkah laku: dan (3) mengendalikan(mengontrol) kejadian-kejadian dalam lingkup pendidikan
Peranan penelitian terhadap pengetahuan tentang pendidikan adalah untuk tujuan menjelaskan,memprediksi, meningkatkan, dan menjelaskan (eksplanasi)

1.     Mendeskripsikan
Kajian-kajian penelitian mencakup pemerian tentang masalah atau fenomena alam dan sosial, baik bentuknya, struktur, aktivitas, perubahan maupun hubungannya dengan fenomena lain dan seterusnya.
Berkenan dengan kajian, deskripsi telah memberikan pengetahuan tentang hal ihwal peristiwa,kejadian,objek, dan sebagainya.
Penelitian-penelitian deskriptif yang telah dilakukan itu maksudnya untukmenghasilkan informasi secara statistic tentang berbagai aspek yang kita teliti ynag selanjutnya dapat dipakai sebagai pijakan ilmiah.

2.Memprediksi       
Prediksi juga termasuk jenis pengetahuan lain yang dperoleh dari penelitian adalah untuk keperlun prediksi. Prediksi adalah kemampuan untuk memprediksi suatu fenomena yang akan terjadi saat itu.
3.Meningkatkan atau Memperbaiki

Hal ini berfungsi untuk berkenaan dengan peningkatan (enchane) atau perbaikan ( improvement). Peranan ini berkaitan dengan efektivitas perlakuan atau intervensi.

4. Menjelaskan( Eksplanasi)

Fungsi ini yaitu penelitian yang berupaya untuk menjelaskan, pengetahua eksplanasi atau memasukkan ketiga unsur diatas.

D.PARADIGMA PENELITIAN : KUANTITATIF-KUALITATIF

Penelitian kuantitatif mendasar pada angka (numerika) dalam upaya mengambil keputusan dan pendekatan , penelitian kualitatif mendasar pada kualitas atau mutu mengambil keputusan dan pendekatan, kedua pendekatan ini tidaklah saling bertentangan,melainkan saling melengkapi ( komplementer )
                        Paradigam penelitian kuantitatif (positivistic) dan kualitatif (post-positivistic)

1.Penelitian kualitatif
2.Tipe-tipe penelitian kuantitatif
            a.penelitian eksperimen
            b.penelitian noneksperimen
3. Paradigma: Penelitian Kualitatif
4. Batasan Penelitian Kualitatif
5. Karakteristik Penelitian Kualitatif
6. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif
            - Studi Kasus
            - Etnografi
            - Penelitian sejarah(historical research)
            - Kajian naratif(narrative inquiry)
            - Analisis isi atau dokumen
            - Teori dasar
            - Fenomenologi(phenomenology studies)
7. Merancang Penelitian Kualitatif
            a. Mengidentifikasi permasalahan atau fokus
            b. Merumuskan masalah atau fokus penelitian
            c. Pentingnya penelitian dan pembatasan masalah
            d. Memilih literature
            e. Memilih metode
            f. Memilih prosedur analisis data

E. GURU SEBAGAI PENELITI
1.      Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian ini disebut juga sebagai learning by doing. Dalam penelitian ini ada sekelompok orang bekerja sama melakukan sesuatu untuk mencari pemecahannya, mengadakan pengamatan bagaimana usaha tersebut dapat berhasil, jika tidak berhasil, mencoba melakukan kembali
2.      Penelitian Sebagai Proses Reflektif
penelitian ini bukanlah suatu penelitian yang hanya mendeskripsikan bagaimana seseorang atau lembaga bertindak terhadap lingkungan diluar dirinya,melainkan juga sebuah mekanisme perubahan yang membantu seseorang atau organisasi yang mencerminkan dan mnegubah system yang ada.
3.      Proses atau Langkah Penelitian Tindaka Kelas
a.        Mengidentifikasi masalah
b.      Mengumpulkan data
c.       Melakukan interpretasi
d.      Melaksanakan tindakan berdasarkan buku
e.       Menilai hasil
f.       Tahap lanjutan
F. EMPAT TAHAP PENELITIAN
              I.          TAHAP I (Pengumpulan Data)
           II.          TAHAP II(validitas internal)
        III.          LEVEL III (Validitas Eksternal)
        IV.          LEVEL IV (Kesimpulan)


SUMBER RESENSI : PROF. Dr. H. PUNAJI SETYOSARI, M.Ed.

(Guru besar teknologi pembelajaran)

No comments:

Post a Comment